Jika
kita melihat, sekarang ini banyak sekali orang yang lupa dengan makanan
tradisional daerah masing-masing. Masyarakat saat ini lebih mengenal makanan
siap saji aaupun snack untuk camilan pengganjal perut. Entah tidak tahu atau
tidak ada lagi penjual makanan tradisional dilingkungannya. Tetapi, di desa
Kertaharja kecamatan Kramat kabupaten Tegal, ternyata masih ada penjual makanan
tradisional.
Umumnya
kita tahu, bahwa singkong bisa dinikmati dengan direbus, digoreng, atau dibuat
tape. Namun, dari tangan terampil Yu Sining, begitu orang memanggilnya,
singkong bisa diolah menjadi berbagai macam olahan makanan tradisionla. Seperti
gejos, jintul, awul-awul, dan sebagainya. Dengan mengayuh sepeda, setiap hari
pukul 16.00 WIB, Yu Sining menjajakan hasil olahan singkongnya.
Dari
sekian jenis makanan tradisional yang dijajakan Yu Sining, yang paling digemari
masyarakat kertaharja adalah gejos. Salah satu olahan singkong yang berbentuk
lingkaran. Rasanya yang manis, sangat cocok dengan lidah orang kertaharja. Ciri
khas lain dari gejos adalah bagian tengahnya yang berisi gula jawa, yang jika
dimakan lumer dimulut.
Sebenarnya,
membuat gejos tidaklah sulit. Bahan yang digunakan sangat mudah. yu Sining
hanya menyiapkan singkong, gula pasir, dan gula jawa. Cara membuatnya pun
simpel. Singkong yang sudah dikupas, dicuci sampai bersih. Setelah itu parut
singkong kemudian campur dengan gula pasir. Tidak ada takaran yang pasti,
sesuai selera masing-masing. Jika sudah tercampur, bentuk olahan singkong tadi
menyerupai bulatan. Jangan lupa, isi dengan irisan gula jawa. Baru pipihkan
sampai berbentuk lingkaran. Goreng dengan api sedang hingga warnanya coklat
keemasan.
Dengan
olahan sngkongnya, Yu Sining berhasil meraih keuntungan yang lumayan meskipun
dengan modal seadanya. “Batine sekedik, tapi lumayan kangge sangu bocah”, tuturnya
dengan logat khas Tegal.