Kamis, 09 Juni 2016

ANALISIS MAKNA YANG TERDAPAT DALAM WACANA






ANALISIS MAKNA YANG TERDAPAT DALAM WACANA
Disusun untuk memenuhi tugas akhir Mata Kuliah Semantik
Dosen pengampu : Robbani Putri Gusnan, S.Pd.


Disusun Oleh :
Malvica Diah Rossalia Ruslan
1513500031



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERISTAS PANCASAKTI TEGAL
2016

I.     PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Semantik adalah subdisiplin linguistik yang mengkaji sistem makna. Makna yang menjadi objek kajiaanya adalah makna suatu kata (makna leksikal), kata merupakan momen kebahasaan yang bersama-sama dalam kalimat menyampaikan pesan dalam suatu komunikasi. Salah satu dari sifat bahasa adalah arbitrer (manasuka). Artunya, tidak ada hubungan langsung antara yang diartikan (signifie) dengan yang mengartikan (signifiant).
Kebermacaman bentuk kata, juga berpengaruh pada jenis-jenis makna. Selain jenis-jenis makna, dalam semantik membahas pula tentang keragu-raguan tentang makna kata atau makna kalimat yang disebut ambiguitas. Setiap kata mengandung makna. Ada makna yang sudah jelas, ada juga yang maknanya kabur. Hubungan makna tampak pula jika kata dirangkai menjadi sebuah kalimat.
Selain itu, makna juga dapa berubah sesuai dengan konteks dan susunan kalimatnya. Perubahan itu bisa seperti meluas, menyempit, peoratif, melioratif, asosiasi, metafora, metonimia Untuk mengetahui berbagai jenis, relasi, medan dan perubahan makna, bisa dilakukan dengan cara menganalisis sebuah wacana. 
B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka yang menjadi rumusan masalah adalah bagaimana analisis jenis, relasi, medan dan perubahan makna dalam sebuah wacana?
C.  Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui jenis, relasi, medan dan perubahan makna dalam sebuah wacana dan memenuhi tugas mata kuliah linguistik.

II.  PEMBAHASAN

Analisis Jenis, Relasi, Medan dan Perubahan makna dalam sebuah wacana
Berikut adalah hasil analisis jenis, relasi, medan dan perubahan makna dalam enam wacana berbeda yang terdapat dalam majalah:
a)    Kutipan wacana yang berjudul “Kulit Mudah Menghitam”
1.    Berdasarkan informasi yang adik sampaikan kulit kekurangan zat pigmen. Mengenai penyebab kekurangan pigment/hypopigmentasi hingga saat ini memang belum diketahui dengan jelas.
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang terdapat di dalamnya adalah :
·         Makna istilah : pigment, hypopigmentasi
·         Makna gramatikal denotatif :   berdasrkan = ber + dasar + kan
                                             Mengenai = me + kena + i
2.    Sepertinya bercak putih yang Adik alami disebabkan oleh sinar matahari.
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang terdapat di dalamnya adalah :
·         Makna idiom : matahari

b)   Kutipan wacana yang berjudul “Uban Usia Muda”
1.    Mengatasi rambut beruban sebenarnya mudah saja. anda tinggal mengecat atau menyemir dengan warna hitam atau warna lain sesuai selera.
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang terdapat di dalamnya adalah :
·         Medan makna : mengecat, menyemir

c)    Kutipan wacana yang berjudul “Tolak Bayar Suap 200 rupee, Dilempar Bata Polisi”
1.    Kekerasan tersebut terjadi saat perempuan itu menerobos lampu merah ketika sedang mengantar dua putrinya ke sekolah.
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang terdapat di dalamnya adalah :
·         Metonimia : perempuan itu
2.    Polisi itu kemudian mengambil batu bata yang lain dan melemparkannya ke perempuan itu.
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang terdapat di dalamnya adalah :
·         Metonimia : polisi itu

d)   Kutipan wacana yang berjudul “Lupa Cabut Kabel, Video Syur Tersiar di Reklame Jalan Raya”
1.    Adegan film porno tersiar tanpa sengaja di papan reklame digital jalan raya karena ulah pria tersebut.
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang terdapat di dalamnya adalah :
·         Analisis synonimi valensi sintaksis : jalan raya
2.    Ada banyak warga yang melintas, mulai dari orangtua, anak-anak, dan banyak pasien, dokter dan suster rumah sakit yang melihat tayangan itu karena papan rekale menghadap sebuah rumah sakit.
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang terdapat di dalamnya adalah :
·        Medan makna kolokatif : rumah sakit, diantaranya pasien, dokter dan suster rumah sakit
3.    Kepolisian setempat yang menerima laporan tersebut segera bertindak dengan menahan pekerja itu. Duh...duh...
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang terdapat di dalamnya adalah :
·        Makna refleksi : Duh...duh...

e)    Kutipan wacana yang berjudul “Pria ini 10 Tahun Berjuang Keluar dari Catatan “Kematian””
1.    Pria yang tinggal di Provinsi Erzurum Timur, terpaksa pensiun dini pada 2003 setelah didiagnosis menderita epilepsi.
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang terdapat di dalamnya adalah :
·        Makna istilah : epilepsi, digunakan dalam dunia kedokteran
2.    Dia pun menggantungkan hidupnya dari bantuan keuangan keluarga dan tetangganya.
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang terdapat di dalamnya adalah :
·        Makna idiom : menggantungkan hidupnya
3.    Tapi, dia menghadapi hambatan lain ketika berjuang untuk mendapatkan kembali gaji yang belum dia terima dan hak atas jaminan karena disabilitas yang dialaminya.
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang terdapat di dalamnya adalah :
·        Makna istilah : disabilitas, digunakan dalam dunia kedokteran

f)    Kutipan wacana yang berjudul “Tersesat di Hutan, Bertahan Hidup dengan Air Susunya Sendiri”
1.    Kerena tidak semua daun, akar dan lainnya aman dikonsumsi.
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang terdapat di dalamnya adalah :
·         Medan makna kolokatif : daun, akar
2.    Pelatih fitness itu mengungkapkan dirinya merasa sangat kedinginan dan basah di malam hari.
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang terdapat di dalamnya adalah :
·         Metonimia : pelatih fitness itu

III.   PENUTUP
Setelah menganalisis jenis, relasi, medan dan perubahan makna dalam sebuah wacana, maka dapat disimpulkan bahwa tidak semua makna tersebut ada dalam satu wacana. Penggunaan jenis, relasi, medan dan perubahan makna dalam sebuah wacana hanya untuk memperindah penulisan ataupun mempertegas ungkapan.
















DAFTAR PUSTAKA

Cempaka, 16 Mei 2015
Ullman, Stepen.2009.Pengantar Semantik.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.




Rabu, 08 Juni 2016

CERITA



BERITA

Senin pagi kemarin, 24 Agustus 2015, sebuah sepeda motor menabrak pohon besar di pinggir jalan. Kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Slerok ini merenggut korban jiwa, seorang pelajar SMA N 3. Menurut saksi mata, sebelumnya motor yang ditumpangi korban melaju sangat cepat dan oleng kemudian menabrak pohon untuk menghindari truk yang melintas berlawanan arah.

Suara penyiar berita televisi memenuhi ruang tengah tersebut. Seorang wanita berusia sekitar 40-an tengah bolak-balik di dapur. Tidak adanya sekat yang memisahkan dua ruang tersebut, membuat ia bisa mendengar jelas laporan yang sedang dibacakan oleh pembawa berita. Sembari menyeduh teh hangat, matanya sesekali melirik ke arah televisi. Terdengar helaan nafas panjang yang keluar dari mulutnya.
Seorang pemuda dengan seragam khas SMA, keluar dari kamarnya. Ia melirik sang ibu yang berkutat dengan sesuatu entah apa –menurutnya, sebelum melenggang ke arah sofa di ruang tengah. Mendecih melihat apa yang tengah ditonton ibunya, pemuda itu mengganti channel televisi sesuai dengan acara kesukaannya.
“Kamu itu, kalau ada orang tua nonton TV jangan disela”, ucap wanita yang tampaknya sudah selesai dengah seduhan tehnya. Ia berjalan menghampiri meja makan dan mulai menata piring untuk sarapan. “Kamu nggak sarapan?”, tanyanya kemudian.
“Iya”, jawab pemuda yang masih berkutat dengan channel televisi.
“Kamu lihat berita tadi?”
“Berita apa?”
“Makanya sering nonton berita, jangan kartun terus.”
Tak menghiraukan omongan ibunya, ia malah berjalan ke arah meja makan. Digesernya salah satu kursi disana, sebelum kembali mendengar ibunya melanjutkan bicara.
“Kalau mau sekolah hati-hati. Banyak kecelakaan sekarang. Jalanan ramai terus. Apalagi kamu pakai motor.”
“Itukan karena nggak hati-hati bu, lagian sekolahku kan deket”, jawab si pemuda sambil menyantap makanannya.
“Makanya kamu juga hati-hati. Kalau bisa jangan mepet kalau mau berangkat. Jalan penuh.”
“Iya bu.”
Jarum panjang jam dinding di ruang tamu menunjuk angka 10, sedangkan jarum pendek ada pada angka 6. Pukul 6:50. Jam tujuh kurang sepuluh menit. Andi baru saja mengeluarkan motor bebeknya dari rumah. Dengan santai ia memanaskan masin motornya. Seragamnya rapi. Ransel hitam sudah tersampir di pundaknya. Tak lupa helm merek terkenal tersemat di kepalanya. Ia sudah siap berangkat sekolah.
Deru motor mampir di indra pendengaran Rohmah. Ia berlari keluar saat mendengar kalau mesin motor tersebut berasal dari halaman rumahnya.
“Kamu mau berangkat jam berapa?”, ujarnya saat sampai di pintu depan.
“Bentar lagi.”
“Bentar laginya jam berapa? Ini sudah siang. Kamu mau terlambat?”
“Ih... bu di sekolah juga masih sepi.”
“Sepi bukan berarti nggak ada orang Ndi?”
“Ibu tenang aja, nggak akan terlambat kok!”
“Tapi kan lebih baik berangkat awal. Daripada kebut-kebutan di jalan. Jam sekarang itu jalanan ramai, banyak anak sekolah yang ngebut juga. Kalau nggak hati-hati nanti celaka.”
“Bu.. sekolah Andi itu deket. Ibu tenang aja deh.”
“Kamu itu kalau dibilangin ngeyel. Ibu itu khawa..”
“Iya bu iya... Andi berangkat. Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikumsalam.”
Rohmah hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan putranya. Memang susah kalau diajak bicara, fikirnya. Ia tatap keberangkatan Andi ke sekolahnya sampai hilang di tikungan. Sebenarnya bukan kali ini saja ia menasehati Andi agar berangkat lebih awal. Kemarin bahkan ia sampai ribu dengan anaknya agar mau berangkat pagi. Namun dasar Andi, omongan seperti itu hanya berlaku kemarin saja. Kadang ia berfikir, apa karena sekarang Andi berangkat dengan motor, makanya lebih suka berangkat siang.
Menghela nafas lagi, ia berbalik dan kembali ke pekerjaannya. Tugas ibu rumah tangga. Tapi, belum sampai lima menit, suara seseorang yang berteriak dari arah depan memecah konsentrasinya. Dengan sedikit penasaran ia pun keluar, meninggalkan sapu di samping sofa ruang tengah.
“Rohmah...”
“Wak Idin. Ada apa?”
“Andi... Andi...”
“Andi kenapa?”
“Ayo ikut!”, ucap seseorang yang dipanggil Wak Idin. Tangannya meraih tangan Rohmah dan menariknya. Rohmah yang kaget hanya kebingungan sembari mengikuti langkah orang yang menariknya.
“Andi?”. Matanya terbelalak begitu sampai di tempat tujuan. Tubuhnya lemas. Ia ambruk di sebelah tetangganya. Nafasnya seolah berhenti melihat kejadian dihadapannya. Otaknya mencerna dengan lambat peristiwa tersebut. Andi terkapar penuh darah di samping pohon besar di pinggir jalan. Motor yang tadi ditumpanginya menindih kaki kirinya.
Tak bisa bicara apa-apa. suara Rohmah seperti tertelan begitu saja. Air mata tak bisa dibendung lagi Rohmah menangis keras. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihanya. Samar-samar beberapa suara lewat telinganya. Ada yang yang menelefon ambulan. Ada yang bertanya penasaran. Juga suara yang lamat-lamat mencoba menenangkan jiwanya.
“Kamu sabar yah..”
“Kenapa...”, sebuah suara lain.
“Andi kecelakaan”, kembali sebuah suara berbisik.
“Iya, ada truk dari sana. Kayaknya sih mau menghindar. Tapi motornya oleng, terus nabrak pohon.”
Suara itu tidak keras tapi cukup membuat seluruh tubuhnya membeku kaku. Ingatannya kembali pada berita pagi tadi. Ia benar-benar syok sekarang. Matanya melotot melihat tubuh Andi yang terbujur kaku dihadapannya. Air matanya semaki deras.
“Apa ini...?”, ucapnya sebelum kegelapan mengambil alih kesadarannya.
*****
Selasa pagi kemarin, 25 Agustus 2015, sebuah sepeda motor menabrak pohon besar di pinggir jalan. Kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Kemantra ini merenggut korban jiwa, seorang pelajar SMA N 1. Menurut saksi mata, sebelumnya motor yang ditumpangi korban melaju sangat cepat dan oleng kemudian menabrak pohon untuk menghindari truk yang melintas berlawanan arah.
SEKIAN



 

Malvica Diah Rossalia Ruslan. Lahir di Tegal, 15 Desember 1995. Sekarang sedang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Pancasakti Tegal, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Progdi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah. Tinggal di dukuh Pener desa Kertaharja rt 01/III Kramat-Tegal. Menyukai karya sastra berupa cerpen dan puisi sejak duduk dibangku sekolah dasar. Nomor telepon: 085647031308. Alamat e-mail: malvicaruslani@yahoo.co.id atau malvicadiah@gmail.com.