ANALISIS MAKNA YANG TERDAPAT DALAM WACANA
Disusun
untuk memenuhi tugas akhir Mata Kuliah Semantik
Dosen
pengampu : Robbani Putri Gusnan, S.Pd.
Disusun
Oleh :
Malvica Diah Rossalia Ruslan
1513500031
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERISTAS PANCASAKTI TEGAL
2016
I.
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Semantik
adalah subdisiplin linguistik yang mengkaji sistem makna. Makna yang menjadi
objek kajiaanya adalah makna suatu kata (makna leksikal), kata merupakan momen
kebahasaan yang bersama-sama dalam kalimat menyampaikan pesan dalam suatu
komunikasi. Salah satu dari sifat bahasa adalah arbitrer (manasuka). Artunya,
tidak ada hubungan
langsung antara yang diartikan (signifie) dengan yang mengartikan (signifiant).
Kebermacaman
bentuk kata, juga berpengaruh pada jenis-jenis makna. Selain jenis-jenis
makna, dalam semantik membahas
pula tentang keragu-raguan tentang makna kata atau makna kalimat yang disebut
ambiguitas. Setiap
kata mengandung makna. Ada makna yang sudah jelas, ada juga yang maknanya kabur. Hubungan makna tampak
pula jika kata dirangkai menjadi sebuah kalimat.
Selain itu, makna
juga dapa berubah sesuai dengan konteks dan susunan kalimatnya. Perubahan itu
bisa seperti meluas,
menyempit, peoratif, melioratif, asosiasi, metafora, metonimia Untuk mengetahui
berbagai jenis, relasi, medan dan perubahan makna, bisa dilakukan dengan cara
menganalisis sebuah wacana.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka yang menjadi
rumusan masalah adalah bagaimana analisis jenis, relasi, medan dan perubahan
makna dalam sebuah wacana?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini
adalah untuk mengetahui jenis, relasi,
medan dan perubahan makna dalam sebuah wacana
dan memenuhi tugas mata kuliah linguistik.
II.
PEMBAHASAN
Analisis Jenis, Relasi, Medan dan Perubahan makna dalam
sebuah wacana
Berikut adalah hasil analisis jenis, relasi, medan dan
perubahan makna dalam enam wacana berbeda yang terdapat dalam majalah:
a)
Kutipan wacana yang
berjudul “Kulit Mudah Menghitam”
1.
Berdasarkan
informasi yang adik sampaikan kulit kekurangan zat pigmen. Mengenai penyebab
kekurangan pigment/hypopigmentasi hingga saat ini memang belum diketahui dengan
jelas.
Dalam
kutipan wacana tersebut, analisis makna yang terdapat di dalamnya adalah :
·
Makna istilah :
pigment, hypopigmentasi
·
Makna gramatikal
denotatif : berdasrkan = ber + dasar +
kan
Mengenai
= me + kena + i
2. Sepertinya bercak putih yang Adik alami disebabkan oleh
sinar matahari.
Dalam
kutipan wacana tersebut, analisis makna yang terdapat di dalamnya adalah :
·
Makna idiom :
matahari
b) Kutipan wacana yang berjudul “Uban Usia Muda”
1. Mengatasi rambut beruban sebenarnya mudah saja. anda
tinggal mengecat atau menyemir dengan warna hitam atau warna lain sesuai
selera.
Dalam
kutipan wacana tersebut, analisis makna yang terdapat di dalamnya adalah :
·
Medan makna :
mengecat, menyemir
c) Kutipan wacana yang berjudul “Tolak Bayar Suap 200 rupee,
Dilempar Bata Polisi”
1. Kekerasan tersebut terjadi saat perempuan itu menerobos
lampu merah ketika sedang mengantar dua putrinya ke sekolah.
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang
terdapat di dalamnya adalah :
·
Metonimia :
perempuan itu
2. Polisi itu kemudian mengambil batu bata yang lain dan melemparkannya
ke perempuan itu.
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang
terdapat di dalamnya adalah :
·
Metonimia : polisi
itu
d) Kutipan wacana yang berjudul “Lupa Cabut Kabel, Video
Syur Tersiar di Reklame Jalan Raya”
1. Adegan film porno tersiar tanpa sengaja di papan reklame
digital jalan raya karena ulah pria tersebut.
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang
terdapat di dalamnya adalah :
·
Analisis synonimi
valensi sintaksis : jalan raya
2. Ada banyak warga yang melintas, mulai dari orangtua,
anak-anak, dan banyak pasien, dokter dan suster rumah sakit yang melihat
tayangan itu karena papan rekale menghadap sebuah rumah sakit.
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang
terdapat di dalamnya adalah :
·
Medan makna
kolokatif : rumah sakit, diantaranya pasien, dokter dan suster rumah sakit
3. Kepolisian setempat yang menerima laporan tersebut segera
bertindak dengan menahan pekerja itu. Duh...duh...
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang
terdapat di dalamnya adalah :
·
Makna refleksi :
Duh...duh...
e) Kutipan wacana yang berjudul “Pria ini 10 Tahun Berjuang
Keluar dari Catatan “Kematian””
1. Pria yang tinggal di Provinsi Erzurum Timur, terpaksa
pensiun dini pada 2003 setelah didiagnosis menderita epilepsi.
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang
terdapat di dalamnya adalah :
·
Makna istilah :
epilepsi, digunakan dalam dunia kedokteran
2. Dia pun menggantungkan hidupnya dari bantuan keuangan
keluarga dan tetangganya.
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang
terdapat di dalamnya adalah :
·
Makna idiom :
menggantungkan hidupnya
3. Tapi, dia menghadapi hambatan lain ketika berjuang untuk
mendapatkan kembali gaji yang belum dia terima dan hak atas jaminan karena
disabilitas yang dialaminya.
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang
terdapat di dalamnya adalah :
·
Makna istilah :
disabilitas, digunakan dalam dunia kedokteran
f) Kutipan wacana yang berjudul “Tersesat di Hutan, Bertahan
Hidup dengan Air Susunya Sendiri”
1. Kerena tidak semua daun, akar dan lainnya aman
dikonsumsi.
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang
terdapat di dalamnya adalah :
·
Medan makna
kolokatif : daun, akar
2. Pelatih fitness itu mengungkapkan dirinya merasa sangat
kedinginan dan basah di malam hari.
Dalam kutipan wacana tersebut, analisis makna yang
terdapat di dalamnya adalah :
·
Metonimia : pelatih
fitness itu
III.
PENUTUP
Setelah
menganalisis jenis, relasi, medan dan perubahan makna dalam sebuah wacana, maka
dapat disimpulkan bahwa tidak semua makna tersebut ada dalam satu wacana.
Penggunaan jenis, relasi, medan dan perubahan makna dalam sebuah wacana hanya
untuk memperindah penulisan ataupun mempertegas ungkapan.
DAFTAR
PUSTAKA
Cempaka, 16 Mei 2015
Ullman, Stepen.2009.Pengantar Semantik.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.