Rabu, 08 Juni 2016

BERITA




Tradisi ‘Udun-Udunan’


Pener - Minggu (17/4) Muhammad Al Ghazali memasuki usia 7 bulan. Ibunya, Indah Rini (30) sibuk membagikan bubur cadil kepada tetangga. Sudah menjadi tradisi, jika seorang balita memasuki usia 7 bulan, maka diadakan acara udun-udunan. Sebuah tradisi dimana sang balita untuk pertama kalinya turun dari gendongan ibu.
Udun-udunan adalah sebuah tradisi dimana balita dianggap siap untuk menapakkan kakinya di atas lemah (tanah). Bagi masyarakat dukuh Pener, tradisi udun-udunan oleh balita yang memasuki usia 7 bulan hukumnya wajib. Selain itu, tradisi ini juga sebagai tanda untuk melestarikan budaya nenek moyang.
Ciri khas dari tradisi udun-udunan adalah bubur cadil. Bubur yang dibuat dari tepung ketan dan gula jawa ini, menjadi sajian wajib dalam acara udun-udunan. Kaki balita yang akan diudunkan, terlebih dahulu ditempelkan pada bubur cadil. Barulah balita boleh menapak tanah. Bubur cadil tersebut disimbolkan sebagai tanah. Kaki balita tidak benar-benar ditempelkan pada bubur cadil yang akan dibagikan pada tetangga.
Masyarakat dukuh Pener percaya, jika balita yang tidak melakukan tradisi ini dianggap ora ilok atau tidak baik jika langsung belajar berjalan. Kalau orang Pener bilang dititah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar