Selasa, 07 Juni 2016

DIALOG SEMU



DIALOG SEMU

Hey kamu...
Aku mengintipmu lewat sudut jendela
Kamu yang berdiri diantara derai gerimis
Kamu yang melempar afeksi pada eksistensiku
Iya kamu, yang mengirim senyummu hari itu

Hey kau...
Aku melihatmu lewat sela-sela tetes gerimis
Kau yang memangku dagu dibalik jendela
Kau yang menyadari atensiku dari kejauhan
Iya kau, yang membalas senyumku hari itu


Kertaharja, 20 Agustus 2015




D E S I R

Jika tanya mulai mengalir
Mencoba mengurai jawab, yang tersembunyi
Kelak lara akibat luka
Kian merajai jiwa-jiwa yang terbengkalai
Nama-nama yang sempat terlintas dalam benakmu
Akankah aku menjadi salah satunya?
Namun, sekelumit bayang mengusikku
Merangkai bisikan-bisikan kecil yang memengaruhi
Menjelma menjadi keraguan
Sempatkah aku terlintas?
Sempatkah jejakku tertinggal?
Atau barangkali...
Tidakkah kau mencari tahu?
Sajak yang tercipta antara kita
Mungkin kau tidak peduli, bahwa
Dengan jelas kau tengah membagi janji
Pada purnama yang malu
Pada bintang yang mengerling
Tapi, ingatkah kau
Bahwa kau pun merayu matahari
Yang rela melepas cahayanya, demi mendengarmu berpuisi?
Lalu,
Samakah jika aku mengulang kembali
Membubuhkan lagi memori-memori kecil
Yang masih terlintas
Sebelum benar-benar pergi?
                       
Kertaharja, 9 Desember 2014                         

2 komentar:

  1. aku tahu kala itu kau melempar senyum padaku. nafasku tersengal, pandanganku hanya tertuju pada kedua bola matamu , ah kamu, iya kamu.... hahahha

    BalasHapus