DIALOG SEMU
Hey
kamu...
Aku
mengintipmu lewat sudut jendela
Kamu
yang berdiri diantara derai gerimis
Kamu
yang melempar afeksi pada eksistensiku
Iya
kamu, yang mengirim senyummu hari itu
Hey
kau...
Aku
melihatmu lewat sela-sela tetes gerimis
Kau
yang memangku dagu dibalik jendela
Kau
yang menyadari atensiku dari kejauhan
Iya
kau, yang membalas senyumku hari itu
Kertaharja, 20 Agustus 2015
Kertaharja, 9
Desember 2014
Kertaharja, 20 Agustus 2015
D
E S I R
Jika tanya mulai
mengalir
Mencoba mengurai jawab,
yang tersembunyi
Kelak lara akibat luka
Kian merajai jiwa-jiwa
yang terbengkalai
Nama-nama yang sempat
terlintas dalam benakmu
Akankah aku menjadi
salah satunya?
Namun, sekelumit bayang
mengusikku
Merangkai
bisikan-bisikan kecil yang memengaruhi
Menjelma menjadi
keraguan
Sempatkah aku
terlintas?
Sempatkah jejakku
tertinggal?
Atau barangkali...
Tidakkah kau mencari
tahu?
Sajak yang tercipta
antara kita
Mungkin kau tidak
peduli, bahwa
Dengan jelas kau tengah
membagi janji
Pada purnama yang malu
Pada bintang yang
mengerling
Tapi, ingatkah kau
Bahwa kau pun merayu
matahari
Yang rela melepas
cahayanya, demi mendengarmu berpuisi?
Lalu,
Samakah jika aku
mengulang kembali
Membubuhkan lagi memori-memori
kecil
Yang masih terlintas
Sebelum benar-benar
pergi?
aku tahu kala itu kau melempar senyum padaku. nafasku tersengal, pandanganku hanya tertuju pada kedua bola matamu , ah kamu, iya kamu.... hahahha
BalasHapusoh kamu,, hahay
BalasHapus